1 hari berarti menunda seminggu..
telat 1 hari kesempatan penting hilang...
banyak yang terjadi hari kemarin, 25 maret 2014, jadi aku ingin menulisnya agar suatu nanti bisa mengingatkan lagi akan maknanya....
dimulai dari bangun tidur seperti biasa untuk solat subuh jam 5, aku merencanakan mulai mencuci baju, sambil menyelesaikan latar belakang, disambi dengan mandi dan lain lain hingga selesai sekitar pukul 7. Lilis sudah mulai bersiap untuk berangkat seminar. aku menyelesaikan latar belakang. sekitar 30 menit kemudian lilis sudah berangkat dan dista bersiap untuk mengambil barang di Sepanjang. Kemudian aku mulai lapar, yaudahlah beli makan, menerima pesanan kamar dan makan sampai mendekati pukul 9. Dista sudah kembali, segera aku bersiap untuk ke kampus juga. Sekalian karena urusannya bareng jadi pake satu motor saja berangkatnya. Sampai di geding C8 dosen yang dituju tidak datang. Dari sini banyak kejadian disekitar terjadi mulai dari mahasiswa yang mecari ruang kosong, mencari validator, menunggu antrian konsultasi hingga menanti dosen yang belum tiba. mereka bercengkramah.
mereka sangat termotivasi. tidak ada yang manusia di dunia ini yang tidak ingin membahagiakan orang tunya. bahkan lebih banyak dari mereka yang memaksakan sesuatu. menjatuhkan yang lain agar berhasil maju satu langkah. namun dikatakan wajar karena disebut usaha.
menunggu kehadiran dosen pembimbing yang sibuk dari jam 9 hingga jam 13, pasti punya banyak cerita. sayang kalau hanya dilihat tanpa diambil maknanya. sekitar jam 11 ada alumni yang konsultasi jenjang karir untuk S2. aku tahu basic keluarganya yang kurang mampu dengan jumlah anak yang banyak. namun dengan konsidi seperti itu ternyata seorang mampu termotivasi lebih baik dari keluarga yang ekonominya lebih baik. aku terfikir seorang seperti fadiah, lebih banyak usaha yang dilakukannya lebih dari orang lain.
saat kamu berbuat kebaikan, balasan kebaikan mungkin belum sampai kepadamu, tapi keburukan sudah menjauh. sebaliknya saat kamu berbuat keburukan, balasan keburukan belum sampai kepadamu namun kebaikan sudah menjauh.
aku juga menemukan hal lain, hastag salah gaul. wow, aku tidak pernah berharap akan hal ini tapi yang sudah terjadi, ya sudahlah. mungkin juga karna mens yang membuatku sensitif lebih sensitip dari biasanya. aku menemukan kenyataan durasi pertemanan yang lama sama sekali tidak menjamin kepercayaan. mendapat kata-kata yang menjatuhkan cukup membuatku tersadar. aku juga berhak untuk berhasil.
sadar disampingku masih ada teman yang duduk bersama, dia hidup tanpa 100% mempercayai orang, gantungkan hidup untuk keluarga. namun dia tidak menjatuhkan orang lain. perjuangannya ditujukan untuk membahagiakan orang tua, dan keluarga. hmmm, kelebihannya karna mendapat keluarga yang mendukung. kurasa dia juga cukup kesepian, karna tergantung dengan keluarganya. namun keluarganya mengikatnya, dan dia cukup bahagia. kurasa pinsip pertemanannya seperti ini, kamu bantu aku, aku akan bantu kamu.
aku sedikit menceritakan kesalahan dalam hidupku, aku mencari orang lain yang mengakuiku lewat pertemanan. kadang aku juga percaya rejeki yang diberikan Allah itu lewat teman dekatku karna kau lebih sering berinteraksi dengan mereka daripada keluargaku. mementingkan orang lain sampai lupa untuk membesarkan hidupku sendiri. aku tersadar ini menjauhkanku dari "membanggakan orang tua".
kata-kata yang ajaib, aku teringat zurpi. seorang pertama yang berhasil membanggakan orang tua. dia sekarang sedang berusaha meraih jodoh mendekat. usahanya tidak kalah keras, apalagi dia melakukannya sendiri dengan hasil yang baik.
aku masih ditempat awal setelah konsultasi latar belakang, akhirnya dista mau bimbingan juga. menunggu dan bercerita mengenai kehidupan yang sudah kutulis diatas. sampai terharu... huhuhuu. akhirnya pulaaang kembali kekos, sekitar pukul 2. aku lihat lilis yang habis sempro masih tertidur, atit juga istirahat sebelum hunting cari buku lagi. aku melepas penat dengan "ngganyik" dengan anak kos yang lain.
tidak lama terdengar adzan ashar, meskipun aku sedang tidak solat. aku tidak mau telat mandi. pukul 3,4, mandi > menyiapkan mie > dan berbincang-bincang. mudah sekali mengehabiskan waktu dengan cepat. tidak terasa sudah jam 5, aku sms anak les ku, baru ku buka seperempat jam sebelum jam 6. aku menyiapkan bahan les dengan buru-buru. namun akhirnya berangkat juga.
dalam pembelajaran les, aku tidak memberi materi karena mereka tidak mau mendengarkanku. jadi sudah tiga pertemuan ini kuberi mereka percobaan. kurasa cukup menyenangkan, percobaan awal-awal mereka menyenangkan. namun percobaan ketiga kurasa membutuhkan konsentrasi ekstra. dan terlalu banyak bicara membuat percobaanya tidak berhasil. sebagian besar karna kesalahanku juga karena prosedurnya salah. evaluasi yang kuberikan mungkin sebagian besar kutujukan untukku. saat aku cerita pada sekretariat hasilnya: "tentornya harus ditegur". aduh komentarnya kaya ibuku banget. agak jleb juga. pulang dari les aku membawa sedikit kekecewaan.
aku pulang dari sana niatnya mau ke bosem buat menenangkan diri, eh ketemu irma ria embun aini, dan ada lilis juga. aku mengikuti aliran air begitu saja, tidak jauh juga dari niatku yang melepaspenat. setelah dipikir-pikir akhirnya sadar kalau habis mium kopi, alamat susah tidur jadinya. ditambah sebelum tidur juga berbincang bincang. sampai pukul 10 aku mulai kembali tidur.
bangun lagi jam 5. mulain menulis ini, makan, mandi dan berbincang, sampai pukul 8, aduh
ternyata hidupku banyak bincang2nya...
sadar disampingku masih ada teman yang duduk bersama, dia hidup tanpa 100% mempercayai orang, gantungkan hidup untuk keluarga. namun dia tidak menjatuhkan orang lain. perjuangannya ditujukan untuk membahagiakan orang tua, dan keluarga. hmmm, kelebihannya karna mendapat keluarga yang mendukung. kurasa dia juga cukup kesepian, karna tergantung dengan keluarganya. namun keluarganya mengikatnya, dan dia cukup bahagia. kurasa pinsip pertemanannya seperti ini, kamu bantu aku, aku akan bantu kamu.
aku sedikit menceritakan kesalahan dalam hidupku, aku mencari orang lain yang mengakuiku lewat pertemanan. kadang aku juga percaya rejeki yang diberikan Allah itu lewat teman dekatku karna kau lebih sering berinteraksi dengan mereka daripada keluargaku. mementingkan orang lain sampai lupa untuk membesarkan hidupku sendiri. aku tersadar ini menjauhkanku dari "membanggakan orang tua".
kata-kata yang ajaib, aku teringat zurpi. seorang pertama yang berhasil membanggakan orang tua. dia sekarang sedang berusaha meraih jodoh mendekat. usahanya tidak kalah keras, apalagi dia melakukannya sendiri dengan hasil yang baik.
aku masih ditempat awal setelah konsultasi latar belakang, akhirnya dista mau bimbingan juga. menunggu dan bercerita mengenai kehidupan yang sudah kutulis diatas. sampai terharu... huhuhuu. akhirnya pulaaang kembali kekos, sekitar pukul 2. aku lihat lilis yang habis sempro masih tertidur, atit juga istirahat sebelum hunting cari buku lagi. aku melepas penat dengan "ngganyik" dengan anak kos yang lain.
tidak lama terdengar adzan ashar, meskipun aku sedang tidak solat. aku tidak mau telat mandi. pukul 3,4, mandi > menyiapkan mie > dan berbincang-bincang. mudah sekali mengehabiskan waktu dengan cepat. tidak terasa sudah jam 5, aku sms anak les ku, baru ku buka seperempat jam sebelum jam 6. aku menyiapkan bahan les dengan buru-buru. namun akhirnya berangkat juga.
dalam pembelajaran les, aku tidak memberi materi karena mereka tidak mau mendengarkanku. jadi sudah tiga pertemuan ini kuberi mereka percobaan. kurasa cukup menyenangkan, percobaan awal-awal mereka menyenangkan. namun percobaan ketiga kurasa membutuhkan konsentrasi ekstra. dan terlalu banyak bicara membuat percobaanya tidak berhasil. sebagian besar karna kesalahanku juga karena prosedurnya salah. evaluasi yang kuberikan mungkin sebagian besar kutujukan untukku. saat aku cerita pada sekretariat hasilnya: "tentornya harus ditegur". aduh komentarnya kaya ibuku banget. agak jleb juga. pulang dari les aku membawa sedikit kekecewaan.
aku pulang dari sana niatnya mau ke bosem buat menenangkan diri, eh ketemu irma ria embun aini, dan ada lilis juga. aku mengikuti aliran air begitu saja, tidak jauh juga dari niatku yang melepaspenat. setelah dipikir-pikir akhirnya sadar kalau habis mium kopi, alamat susah tidur jadinya. ditambah sebelum tidur juga berbincang bincang. sampai pukul 10 aku mulai kembali tidur.
bangun lagi jam 5. mulain menulis ini, makan, mandi dan berbincang, sampai pukul 8, aduh
ternyata hidupku banyak bincang2nya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar